Anak-anak dan Kekerasan

Beberapa minggu belakangan ini banyak pemberitaan tentang anak-anak yang disiksa, dianiaya, disiram air panas dan yang membuat hati ini miris adalah pelakunya yang tak lain adalah orang-orang terdekat para korban contohnya orang tua korban. Seperti pada berita yang siang tadi aku lihat, seorang pria tega membunuh adik sepupunya sendiri lantaran dendam dengan pamannya yang diketahui ayah dari korban. Yang mengenaskan, korban ini masih berusia 5 tahun dan sebelum dibunuh, korban diperkosa terlebih dahulu. Yang membuat aku tercengang adalah saat tahu bahwa korban dicekik menggunakan kain gendingan lalu mayatnya dimasukan ke dalam kardus dan di letakan diatas plafon rumah. 

GILA!! itulah pikiran yang pertama kali muncul di otakku setelah melihat berita tersebut. Ada ya orang kayak gitu ? Kok tega banget ? Sebenarnya masalah kekerasan ataupun penganiayan pada anak bukan hanya ini saja, ada seorang ayah yang tega menganiaya anaknya sendiri. Mukanya disiram dengan air panas, tangannya patah, dan salah satu bagian tubuhnya terkena panas setrikaan. Hei!!! kamu manusia apa binatang ? Anak itu anugerah, bukan barang haram yang bisa kamu perlakukan begitu. Di luar sana banyak pasangan suami istri yang menginginkan anak tapi belum bisa mempunyainya, nah kalian? Jelas-jelas udah dikasih kepercayaan sama Tuhan, dikasih berkat anak di hidup kalian, dikasih anugerah bisa punya anak, kok tega-teganya memperlakukan anak kalian lebih rendah daripada binatang.

Kadang bingung sendiri dengan keluhan orang-orang yang punya anak banyak, keluhannya “aduh anak saya banyak, repot” , “ini anak nyusahin aja”.atau ada yang bilang “banyak anak banyak rejeki” rejeki atau ga, itu tergantung usaha bapak atau ibu dalam bekerja, bukan masalaha kalo anak banyak terus rejeki melimpah atau turun langsung dari langit. Logikanya sih kalo ada anak maka orang tua akan bekerja lebih keras maka bakalan ada rejeki, ya cuma namanya juga dunia. Semuanya bisa kebalik, dimana orang tua yang harusnya kerja, malah nyuruh anaknya buat bekerja. huft,,,,

Pak, bu kalo tau punya anak repot kok mau sih kalian bikin banyak-banyak ? Tau ada alat kontrasepsi ga ? Tau cara menghitung masa subur biar aman ? Kalo kalian tahu repotnya punya anak tapi masih punya anak banyak, itu urusan kalian asal anak jangan sampai dianiaya atau disiksa. Kalo soal ngomongin agama udah pasti itu dosa, kalo ngomongin hukum udahh pasti melanggar aturan.

Hentikan kekerasan pada anak-anak! Ketika mereka bandel, memukul ataupun menghukum tanpa memberikan alasan tidak akan mengubah perilaku anak yang ada anak malah bisa jadi merasa bersalah, marah, minder bahkan dendam pada orang tuanya sendiri. “Ah ga mungkin ada anak yang seperti itu” semua yang ada di dunia ini mungkin-mungkin aja, ketika anak merasa marah dan tidak bisa melampiasknannya maka akan dipendam marah itu lalu bisa aja jadi bom waktu yang nantinya bakalan meledak begitu aja. Untuk bapak dan ibu yang memiliki anak, tolong dengan amat sangat, sayangi anak kalian. Pukulan ataupun kekerasan bukanlah cara yang tepat untuk mengubah perilaku anak. Jelaskan dimana letak kesalahan mereka, beri hukuman yang sesuai dengan anak tersebut dan  tanpa kekerasan. Karena anak adalah anugerah, dan sebagai orang tua, kalian harusnya bersyukur masih diberikan anugerah untuk merawat anak kalian

Good Night

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s